Kegiatan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Nusantara

kegiatan penelitian

Mahasiswa yang ikut serta dalam kegiatan ini berjumlah 30 orang, terdiri dari mahasiswa semester VII dan VIII, sedangkan dosen yang berpartisipasi berjumlah 6 orang. Pelaksanaan seminar bertempat di SDN Pangandaran 1 dengan menggunakan Aula SD sebagai tempatnya. Seminar ini dilaksanakan selama satu hari yang dimulai dari jam 13.30 hingga 18.00 wib.

Selama kegiatan seminar, peserta yang terdiri dari mahasiswa Prodi PB Inggris FKIP Uninus dan guru-guru SD tersebut berlangsung dengan baik. Antara peserta dan pemateri terdapat interaksi aktif yang memungkinkan suasana selama seminar tetap segar dan hidup, mengingat waktu pelaksanaan yang sudah tidak kondusif. Penggunaan proyektor multimedia dan audio selama kegiatan seminar menjadi salah satu kekhasan dari para pemateri, yang merupakan dosen-dosen PB Inggris FKIP Uninus, ketika memaparkan materi seminar.
Sabtu, 28 Februari 2009
Pelaksanaan workshop sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan seminar pada hari Jumat (27/02) dimulai secara serentak di tiga SD, yaitu SDN Pangandaran 2, 3, dan 4. Workshop ini berupa pengamatan yang harus dilakukan terhadap teacher model yang mengajar di kelas 4, 5, dan 6. Guru-guru SD menjadi pengamat dalam acara workshop ini, pada akhir acara diminta memberikan komentar dan saran terhadap performa teacher model. Yang bertindak sebagai teacher model ini ialah mahasiswa/i Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Uninus yang sudah melaksanakan Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) dan telah menempuh mata kuliah Peer Teaching, Instructional Planning, Curriculum and Material Development, dan Language Testing.
Pada waktunya, teacher models menunjukkan metode pembelajaran yang diharapkan mampu untuk membantu para guru SD pada KBM di kelas. Karena hingga saat ini, Bahasa Inggris masih merupakan salah satu mata pelajaran yang ditakuti oleh para siswa selain matematika, fisika, kimia, dsb. Berbekal pengetahuan dan wawasan yang didapat selama mengikuti perkuliahan dan PPLK, para mahasiswa mampu memberikan contoh bagaimana menggunakan metode pembelajaran yang oleh guru-guru SDN Pangandaran masih dianggap baru dan modern. Selama dua jam pelajaran, teacher models seakan

Spread the word. Share this post!

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *